Polresta Kediri Targetkan Kelancaran Lalu Lintas Pada Trouble Spot Akan Lebih Baik

 Polresta Kediri – Polresta Kediri menggelar rapat apel gelar pasukan pelaksanaan  Operasi Ramadniya Semeru 2017 yang pelaksanaannya mulai H-7 hingga H+ 7 Hari Raya Idul Fitri. Apel dilaksanakan di halaman Mapolresta Kediri dengan pimpinan upacara Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar.

 

Operasi Ramadniya ini akan digelar selama 16 hari kedepan, mulai hari ini H-7 lebaran sampai H+7 lebaran. Pasukan yang terlibat dalam operasi Ramadniya Semeru 2017 ini adalah kepolisian, TNI, PM, Brimob, Satpol-PP, Dishub, Saka Bhayangkara, Senkom, RAPI dan  Dinas Kesehatan

 

 

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya membacakan isi amanat dari Kapolri Jendral Tito Karnavian bahwa, apel gelar pasukan merupakan wujud kesiapan Polri dalam pengamanan Idul Fitri 1438 H.

 

Melalui pengecekan pasukan ini, bisa terlihat kesiapan dari masing-masing aparat jelang operasi digelar. Selain itu, hal ini dimaksudkan sebagai sinergitas seluruh aparat yang terlibat, agar dalam menjalankan operasi ini membuat masyarakat menjadi aman dan nyaman.

 

Lanjut Walikota  ada tiga poin utama selama bulan Ramadan dan lebaran. Pertama terjaganya stabilitas harga pangan selama Ramadhan, Kedua, menjaga kamtibmas di masyarakat, dan ketiga keamanan selama arus mudik dan balik lebaran.

 

Operasi  Ramadniya 2017 merupakan operasi khusus  kepolisian kendali pusat yang direncanakan oleh Mabes Polri . Operasi berlandaskan pada prinsip keterpaduan antar fungsi opsnal kepolisian dengan mengedepankan fungsi lantas dan Sabhara yang didukung fungsi lainnya . Operasi  dilaksanakan mencakup giat perayaan Idul Fitri 2017  dengan sasaran, orang, barang, tempat dan kegiatan.

 

Polresta Kediri dalam Operasi Radmaniya ini mendirikan 7 pos, yakni 6 pos pam dan 1 pos pelayanan. Jumlah kuat personil yang dilibatkan mencapai 385 persinil, baik dari internal Polresta Kediri dan juga instansi samping yang akan berjaga di pos pam dan pos pelayanan dibawah ini.

 

POS PAM I di Jl. Dhoho lokasi Simpang Tiga jalan Stasiun KA Kota Kediri;

POS POS PAM II di Terminal Bus lokasi jalan. Semeru Kota Kediri;

POS PAM  III di depan GBI “ RAHAYU “jalan Sersan Bahrun Mrican Kediri;  

POS PAM IV di jalan. A. Yani Kota Kediri;

POS PAM V di selatan perempatan Bence jalan Kapten Tendean;

POS PAM VI di depan Pegadaian Gringging;

POS YAN VII di Alun – alun lokasi jalan P. Sudirman Kota Kediri;

 

 

Sementara itu Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H Selama bulan Ramadan, Polri juga menekan angka kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, bius hipnotis, melalui upaya preventif, preemtif dan represif. Dengan koordinasi bersama Babinkamtibmas, intelejen dan keikutsertaan msyarakat.

 

“Operasi cipta kondisi setiap malam dilakukan, patroli sahur dini hari yang melibatkan 8 polsek di wilayah hukum Polresta Kediri. Belum lagi ditambah pasukan tim anti bandit yang menyasar ke tempat-tempat keramaian,” ungkapnya.

 

Sebelumnya pada 14 Juni 2017 kemarin, Polresta Kediri menggelar rapat koordinasi di Gedung Rupatama Polresta Kediri dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H.

 

 

 

Target operasi Radmaniya 2017 terbagi menjadi 4 yakni  kelancaran lalu lintas pada trouble spot ( titik rawan macet lalu lintas )  lebih baik dari tahun sebelumnya.  Kedua, angka kecelakaan lalu lintas serta korban meninggal dunia dapat berkurang dari tahun sebelumnya. Ketiga jumlah pelanggaran lalu lintas khususnya para pengguna sepeda motor dan angkutan umum / bus akap dapat ditekan. Dan keempat angka kriminalitas yang terjadi dapat dikendalikan minimal sama dengan tahun yang lalu.

 

 

 

Dalam sambutannya Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menyampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan khususnya mengantisipasi isu teroris yang  tetap akan membuat masyarakat  menjadi ketakutan dan sasaran kepada petugas yg ada di pos pengamanan.

 

Selain itu juga disinggung perlunya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat oleh anggota yang  berada di pos pam.

 

Dandim 0809 Kediri Letkol Arm Joko Setiyo Kurniawan, M.Si juga memberikan arahan. Diawal sambutan menyinggung bahwa keberhadilan Operasi Radmaniya Semeru 2017 merupakan hasil kita bersama dan jika ada kesalahan merupakan kesalahan kita bersama.

 

 

 

“Tingkatkan deteksi dini dan arahan kemana masyarakat untuk  melapor agar diberi di berikan nomer pengaduan  di tiap pos pam. TNI siap mendukung pelaksanaan Operasi Radmaniya Semeru 2017 , seperti halnya anggora Polri,  TNI juga tidak cuti,” katannya. (res|aro)