Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2019, dari Pengunjung Wisata hingga Komunitas

Polres Trenggalek – Memasuki hari ke-3 Operasi Keselamatan Semeru 2019, Satlantas Polres Trenggalek yang tergabung dalam Satgas Preemtif dan Preventif terus menggeber sosialisasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

Kali ini yang menjadi sasaran adalah komunitas masyarakat yang banyak tersebar di seputaran kota Trenggalek. Dipimpin langsung oleh Kasatgas Preemtif Iptu Agustyo menjemput bola dengan mendatangi beberapa lokasi yang kerap digunakan sebagai area berkumpul komunitas.

Dialun-alun Trenggalek tepatnya didepan pendopo Kabupaten, perwira yang juga menjabat sebagai Kanitdikyasa Satlantas ini bertemu dengan komunitas pesepeda yang kebetulan sedang beristirahat santai. Kesempatan itu pun dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas khususnya terkait dengan keselamatan berlalu lintas. Selasa (01/05)

Tak berhenti disitu, tim kecil yang beranggotakan beberapa personel Polwan ini pun juga mendatangi pangkalan ojek di kawasan terminal bus Surodakan Trenggalek. Para tukang ojek dalam bekerja hampir selalu berhubungan dengan jalan raya karena memang tugasnya mengantar penumpang. Profesi ini tentu juga membawa risiko kecelakaan baik pengemudi maupun penumpangnya.

“Selalu utamakan keselamatan ya pak. Pakai helm standar dan jangan berboncengan lebih dari dua. Upayakan tidak membawa barang bawaan yang berlebihan apalagi sampai mengganggu pandangan maupun manuver kendaraan” Ujar Iptu Agustyo.

Pesan yang sama juga disampaikan Iptu Agustyo kepada masyarakat dan pengunjung saat bertandang ke lokasi wisata hutan kota Trenggalek. Dilokasi tersebut pihaknya juga membagikan brosur yang berisi tips berkendara yang berkeselamatan.

Sampai siang ini, Satgas Preemtif sedikitnya telah berkeliling melakukan sosialisasi di 4 lokasi yang berbeda diantaranya alun-alun Trenggalek, terminal bus, Huko dan Swalayan di Hotel Bukit Ja`as.

Sebagai informasi, Operasi Keselamatan Semeru 2019 merupakan operasi Kepolisian Kewilayahan bidang Kamtibselcarlantas yang bertujuan untuk menekan angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas.

Operasi yang digelar selama 14 hari sejak tanggal 29 April hingga 12 Mei 2019 ini memiliki 7 sasaran pelanggaran prioritas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan yakni Menggunakan HP saat mengemudi, tidak menggunakan safety belt, menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol, melawan arus lalulintas, mengendarai kendaraan dibawah pengaruh alkohol, Miras maupun Narkoba, mengemudikan kendaraan dibawah umur serta menggunakan bahu jalan bukan peruntukannya