Sisi Unik Peserta Napak Tilas Rute Gerilya Jenderal Soedirman Hari Bhayangkara ke-73

Polres Trenggalek - Momen Long March Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman yang digelar Polres Trenggalek dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 menyisakan beberapa hal menarik dan unik.

Usai melaksanakan ibadah magribh di masjid yang tepat berada didepan rumah persinggahan Panglima Besar Jenderal Soedirman di desa Bodag Kecamatan Panggul, sambil menunggu beberapa peserta yang masih jalan kaki dan belum sampai titik finish, dilaksanakan doa bersama dan renungan sekaligus makan malam bersama-sama seluruh peserta. Uniknya, makan malam tersebut tidak menggunakan meja kursi melainkan dibawah. Ya betul, makan malan langsung beralaskan tanah. Sabtu (06/07)

“Apa yang kita lakukan ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan Jenderal Soedirman” Jelas Wakapolres Trenggalek Kompol Agung Setyono, S.S.

Hal menarik lainnya adalah, salah satunya dari ratusan peserta diketahui masih berusia 11 tahun. Bocah yang memiliki nama lengkap Himawan Darpita Dwija Adyaksa turut ambil bagian didampingi oleh sang ayah yang ternyata adalah anggota Polri dari Polres Tulungagung.

“Memberikan motivasi semangat juang 45 kepada generasi muda termasuk anak saya.” Ujar Totok Wicaksono anggota Polri berpangkat Aiptu dan telah mengikuti berbagai even long march rute gerilya Panglima Besar Soedirman di seluruh Indonesia sejak tahun 1990 ini.

 Sementara itu, peserta yang terbilang paling senior adalah Katmuji seorang guru olahraga asal desa Darang Kecamatan Panggul yang telah berusia 55 tahun. Katmuji mengikuti Long March perorangan sebagai wujud kebanggan dimana Trenggalek merupakan salah satu daerah yang pernah menjadi tempat persinggahan Panglima Besar Jenderal Soedirman saat perang gerilya merebut kemerdekaan RI.

“Ini adalah kebanggan saya. Kebetulan hari prei (Libur.red), jadi saat Polres Trenggalek mengadakan kegiatan ini saya ikut berpartisipasi. Selain itu untuk kesehatan dan kebersamaan juga” Ujar Katmuji.

Hal unik lainnya adalah peserta beregu dari Madrasah Aliyah Nurul Ulum Kecamatan Munjungan, dalam perjalanan menuju finish tak henti-hentinya memungut sampah khususnya plastik yang ditemukan disepanjang jalan yang dilewati. Regu yang beranggotakan beberapa anak kelas XI-XII ini masing-masing telah membawa satu tas kresek merah ukuran besar sebagai wadah sampah untuk kemudian di buang di tempat sampah yang ada.

“Memberikan motivasi menjaga lingkungan. Gak enak diliat kalau banyak sampah. Kalau bukan kita siapa lagi” Ujar Yahya salah satu anggota regu.

Sebagai informasi, Long March itu sendiri diikuti sedikitnya 300 orang peserta yang terdiri dari 20 peserta beregu dan 78 peserta perorangan dengan usia termuda 11 tahun dan tertua 56 tahun ditambah peserta dari unsur TNI/Polri.

Peserta menempuh jarak 58,5 Km dengan rute start dari halaman Mapolres Trenggalek , jalan Soekarno-Hatta, Jalan Raya Karangan, melintasi jalan raya Kec Suruh,Dongko dan finish di rumah persinggahan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang berada di Desa Bodag Kecamatan Panggul.