Hari Kedua Masuk Sekolah, Kapolres Isi Materi MPLS di SMAN 2 Trenggalek

Polres Trenggalek - Memasuki hari kedua masuk sekolah, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wiibowo S, S.I.K., M.H. terjun langsung berkeling kesekolah-sekolah untuk mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Salah satu sekolah yang dikunjungi oleh orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini adalah SMAN 2 yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Gang Siwalan Trenggalek. Di sekolah yang menjadi rujukan dan merupakan salah satu sekolah menengah favorit ini, AKBP Didit menyampaikan materi tentang media sosial sebagai sarana pemersatu bangsa. Selasa (16/07)

Uniknya, Kapolres yang dikenal tegas dan terbiasa dengan pola kerja displin tinggi ini bisa membaur dan menyampaikan materi dengan lugas layaknya seorng guru profesional. Penyampaian materi dibawakan dengan gaya serius tapi santai dan sesekali menyertakan joke-joke segar khas millenial sehingga tidak terkesan membosankan. Alhasil, Ratusan siswa yang hadir merasa nyaman dan bersemangat mengikuti acara tersebut.

“Menanamkan karakter kebangsaan kepada generasi muda agar tidak terjebak pada euforia lonjakan teknologi sehngga mereka kelak bisa menjadi generasi bangsa yang cerdas, tangguh dan memiliki kepribadian dan nasionalisme” Jelas AKBP Didit

AKBP Didit menuturkan, di era digital saat ini, hampir semua orang termasuk remaja dan anak-anak memiliki gawai atau gadget bahkan tidak sedikit yang menganggap sebagai kebutuhan. Terlepas dari kemajuan teknologi yang bermanfaat untuk mempermudah manusia, gadget dengan segala fasilitasnya turut membawa dampak negatif.

“Tren media sosial saat ini berpotensi digunakan selain sebagai modus kejahatan juga sebagai alat adu domba, provokasi yang mengarah pada polarisasi masyarakat menuju disintegrasi bangsa.” Ujar AKBP Didit

“Meskipun sudah ada undang-undang ITE yang mengatur dan membatasi ruang gerak pengguna Medsos, namun tidak bisa kita pungkiri masih sering kita jumpai beredarnya konten-konten negatif seperti hoax, ujaran kebencian, SARA yang viral di media sosial.” Imbuhnya

Sebagai generasi muda, masih kata AKBP Didit, harus cerdas menyikapi situasi terkini dan tidak larut dalam trending yang justru menjebak menjadi pelanggaran hukum. Bijak bermedia sosial wajib dilakukan bagi setiap insan generasi millenial dengan cara menyaring setiap informasi dan tidak gegabah menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya.

“Tingkatkan literasi agar wawasan kita bertambah luas. Hindari perbuatan yang tendensius melanggar hukum.” Imbau AKBP Didit

Dengan materi yang diberikan ini, AKBP Didit berharap para pelajar khususnya di SMA Negeri  2 Trenggalek menjadi pelopor agen perubahan yang dimulai dari  diri sendiri. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial secara bijak dan menghindari konten yang bersifat negatif.

“Saring sebelum sharing. Ingat, jarimu adalah harimaumu” Pungkasnya