DPR RI Hadiri Apel Pengukuhan Kampung Siaga Bencana

Polresta Kediri - Sebanyak 100 orang relawan ikuti Kegiatan Apel dan Pengukuhan Pengurus dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB). Pengukuhan ini dilakukan Andi Karyono, Dir PSKBA Kemensos RI.

 

Kegiatan ini mengambil tempat di lapangan Dusun Jati Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Sementara sebagai penanggung jawab Ibu Novi W dari Dinsos Jatim.

 

Peserta apel ini terdiri 1 SSR Tagana Kab. Nganjuk, 1 SSR Tagana Kab. Tulungagung, 1 SSR Tagana Kab. Kediri, 2 SST KSB (Kampung Siaga Bencana)

 

Undangan yang hadir, Ibu Novi W (Dinsos Jatim), Ibu Sukesi (Dinsos Prov Jatim), Bpk. Andi Karyono, Dir PSKBA (Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam) Kemensos RI dan Gus An 'im Falahuddin Makhrus (DPR RI) sebagai pembina apel.

 

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan mars TAGANA, pada pukul 10.00 WIB. Kemudian pukul 10.18 WIB, pengukuhan KSB (kampung siaga bencana) kepada perwakilan peserta oleh Bpk. Andi 0LKaryono (Dir PSKBA Kemensos) yang didampingi oleh An,in Makrus (DPR RI).dan mengukuhkan KSB (kampung siaga bencana) Ds. Parang dgn nama KBS " Panji Pragolo Pati "

 

Selanjut pukul 10.20 WIB penyerahan bantuan dari Kemensos oleh Bpk. Andi Karyono (Dir PSKBA Kemensos) yang didampingi oleh An'im Makrus (DPR RI) kepada perwakilan KSB (kampung siaga bencana).

 

Adapun bangunan yang diberikan, sebagai berikut, 1 (satu) Unit Motor trailN 3 (tiga) Unit tenda lapangan/kelompok, 3 (tiga) Unit tenda Gulung/perorangan, peralatan kesehatan.

 

Pukul 10.25 WIB, sambutan oleh Bpk. Andi Karyono (Dir PSKBA Kemensos) yang intinya, Pembentukan tim KSB (kampung siaga bencana) merupakan usulan dari Gus An,im Falahuddin Makrus (DPR RI) yang merupakan dari komisi 8 DPR RI.

 

"Pembentukan tim KSB (Kampung Siaga Bencana) bertujuan untuk meringankan dan membantu dalam penanganan bencana," katanya.

 

Saat ini KSB (kampung siaga bencana) di titik ini adalah yang ke 26 (dua puluh enam) team di Jawa timur dan ke 500 (lima ratus) di tingkat nasional. Saya masih teringat ketika terjadi bencana gunung Kelud dimana kita kekurangan personil untul membantu penanggulangan bencana alam tersebut.

 

Untuk bantuan yang di berikan diinventariskan kepada tim KSB (kampung siaga bencana) supaya dirawat dan dipelihara sehingga seterusnya dapat di gunakan.

 

"Tim KSB (kampung siaga bencana) merupakan tim yang berada di bawah pengguna oleh Tagana," tambahnya.

 

Pukul 10.35 WIB, amanat pembina apel An,in Makrus (DPR RI) mengucapan syukur kepada Allah SWT atas rahamat dan karunia-Nya sehingga pagi ini dapat melaksanakan kegiatan ini, ucapan terima kasih kepada seluruh hadirin yang turut serta berperan dalam mensukseskan kegiatan pagi ini.

 

Terkait bencana alam terjadi karena alam atau karena faktor manusia. Harapan kami para anggota KSB (kampung siaga bencana) mampu memberikan sosialisasi kepada warga dan masyarakat.

 

"Tak kalah pentingnya bagaimana kita mensosialisasikan betapa berbahaya dalam dari narkoba bagaimana kita memberikan pengertian dan pahaman kepada masyarakat," katanya.

 

Pada saat terjadi bencana kita sebagai santri harus bisa memberikan sosialisasi secara fisik dan non fisik terkait kegiatan spiritual melalui pendekatan kepada Allah SWT.

 

"Didalam komisi 8 adalah mitra terdekat Kemensos dalam penanganan bencana dimana kita harus bisa meringankan beban bencana alam yang dialami manusia," ungkapnya.

 

Pada pukul 10.45 WIB, doa dipimpin oleh Sdr. Margono (Tagana). Dan pukul 10.50 WIB, acara pengukuhan selesai dilanjutkan kegiatan simulasi oleh tim KSB (kampung siaga bencana) dan peninjauan dapur umum dan perlengkapan Tagana. (res/an).