Terpedaya 3 Kakak Beradik jadi Korban Dukun Cabul di Blitar

 

 

Blitar   Berdalih sanggup mengobati penyakit dengan metode penyembuhan alternati, NH (43)  warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar harus berurusan dengan  Satreskrim Polres Blitar . Dia ditangkap setelah terbukti menyetubuhi korban di bawah umur yang merupakan pasiennya.Ilustrasi Pelecehan (IDN Times/Mardya Shakti)

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela menjelaskan, perbuatan bejat tersangka ini terungkap setelah korban terakhir yang masih berusia di bawah umur bercerita ke ibunya. Awalnya korban diantarkan oleh ibunya untuk berobat ke tersangka. Ketika datang, tersangka mengatakan bahwa korban terkena penyakit kista.

Tersangka lalu meyakinkan korban, jika ingin segera sembuh harus diobati dengan metode yang disarankan pelaku dengan pijatan dan ramuan ramuan yang harus diminum korban.Polisi tunjukkan barang bukti , IDN Times/ istimewa

Pada kesempatan berikutnya, korban datang seorang diri sesuai permintaan tersangka. Sebelum memulai pengobatan, tersangka meminta biaya sebesar Rp 3 Juta. Tersangka lalu mulai memijat kemudian meminta korban menurutinya  jika ingin sembuh, sampai terjadi persetubuhan dengan dalih harus dilakukan jika ingin sakitnya segera sembuh.

"Jadi modusnya seperti itu, seolah-olah tersangka bisa mengobati korban, tapi malah disetubuhi," tutur AKBP Leonard.Tersangka dukun cabul saat dikeler Satreskrim Polres Blitar, IDN Times/ istimewa

 

Aksi pelaku terbongkar setelah ibu korban curiga karena anaknya meminta tambahan uang untuk membayar USG dan rontgen. Setelah didesak, korban lalu menceritakan semua perbuatan tersangka. Tidak terima dengan perbuatannya, mereka melaporkan tersangka ke polisi.

Dari hasil pemeriksaan polisi, ternyata tindakan persetubuhan ini juga dilakukan oleh tersangka terhadap dua kakak korban. Tersangka menggunakan modus serupa, untuk melakukan aksi bejatnya.

"Jadi sebelum dengan korban dua orang kakak korban juga dinyatakan sakit dan disetubuhi dengan modus yang sama," ucap kapolres.